-
-
Email
LOMBOK TIMUR – Universitas Hamzanwadi kembali menerjunkan salah satu rumpun terbaiknya untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Bahasa Seni dan Humaniora (FBSH), secara resmi dilepas untuk memulai masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Acara penerimaan dan pelepasan yang berlangsung khidmat di kantor Desa Pringgabaya pada hari senin, 04 Mei 2026 tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pringgabaya beserta jajaran perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pringgabaya menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Beliau berharap kolaborasi ini mampu membawa angin segar, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
"Kehadiran mahasiswa dari rumpun bahasa, seni, dan humaniora ini sangat dinantikan. Kami berharap adik-adik mahasiswa mampu memetakan potensi desa dan membantu anak-anak serta pemuda di sini agar lebih melek terhadap bahasa internasional melalui program kerja yang kreatif," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FBSH Universitas Hamzanwadi menekankan bahwa KKN ini merupakan wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Melalui program kerja terukur, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris diarahkan untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga menghidupkan literasi dan mendampingi aktivitas sosial di desa tempat mereka mengabdi.
Selama masa KKN yang akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan, kelompok mahasiswa ini merancang sejumlah program kerja unggulan. Fokus utama mereka meliputi penguatan literasi bahasa asing berbasis komunitas, pendampingan belajar bagi anak-anak di tingkat dusun, hingga optimalisasi komunikasi digital untuk mempromosikan potensi lokal Desa Pringgabaya.
Acara pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama dan koordinasi teknis antara mahasiswa dengan para kepala dusun demi memastikan kelancaran seluruh agenda pengabdian yang akan berjalan.